Sistem Informasi Desa Windujaya
WINDUJAYA – Suasana Balai Desa Windujaya tampak jauh lebih berwarna dan anggun pada hari Sabtu (25/04/2026). Puluhan kader dan anggota Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Desa Windujaya berkumpul mengadakan pertemuan rutin yang dikemas secara khusus untuk memperingati Hari Kartini.
Menghidupkan kembali semangat pahlawan emansipasi wanita, seluruh peserta yang hadir sepakat mengenakan dress code busana kebaya nusantara. Penampilan ini menjadi simbol kecintaan terhadap budaya bangsa sekaligus pengingat akan keanggunan dan kekuatan perempuan Indonesia.
Lebih dari sekadar perayaan busana, esensi perjuangan R.A. Kartini diwujudkan melalui kegiatan peningkatan kapasitas (pembinaan) bagi para ibu. Sesi pertama diisi oleh Kelompok Kerja (Pokja) 1 yang membawakan materi krusial mengenai edukasi pola asuh dan cara mendidik anak di era modern. Materi ini bertujuan untuk menguatkan peran ibu sebagai "madrasah pertama" bagi putra-putrinya demi mencetak generasi Windujaya yang cerdas dan berakhlak mulia.
Selanjutnya, materi disambung oleh Kelompok Kerja (Pokja) 3 yang berfokus pada dua hal, yakni etika berbusana serta optimalisasi lingkungan rumah. Para peserta diberikan edukasi mengenai tata cara berbusana yang baik, sopan, dan sesuai dengan kepribadian bangsa. Selain itu, Pokja 3 juga mengampanyekan gerakan pemanfaatan lahan pekarangan rumah tangga agar ditanami tanaman produktif (seperti sayur dan apotek hidup) maupun tanaman hias, guna mendukung ketahanan pangan keluarga dan estetika lingkungan.
Untuk mencairkan suasana agar semakin meriah, kegiatan ini disisipi sesi kuis interaktif di penghujung acara. Kuis tersebut berisi pertanyaan seputar sejarah R.A. Kartini dan materi pembinaan yang baru saja disampaikan. Para ibu-ibu tampak sangat antusias dan berlomba-lomba mengacungkan tangan untuk menjawab. Gelak tawa dan tepuk tangan mewarnai ruangan saat panitia membagikan bingkisan hadiah kepada mereka yang berhasil menjawab dengan tepat.
Melalui momentum peringatan Hari Kartini ini, Pemerintah Desa Windujaya berharap semangat juang R.A. Kartini tidak hanya berhenti pada simbol kebaya yang dikenakan. Lebih dari itu, semangat tersebut diharapkan terus teraplikasi dalam wujud nyata peran perempuan Desa Windujaya yang cerdas mendidik anak, terampil mengelola lingkungan rumah, serta mandiri demi kesejahteraan keluarga.
NDF, AM, AMI; YH