Sistem Informasi Desa Windujaya

Gambar Artikel

Peringatan Haul Sesepuh Desa Windujaya: KH. Achmad Mufarrich Tekankan Pentingnya Generasi Muda Mengenal Sejarah Leluhur

WINDUJAYA – Malam akhir pekan di Desa Windujaya diwarnai dengan suasana religius yang kental dan penuh kekhusyukan. Pada Sabtu malam (30/05/2026), mulai pukul 21.00 hingga pukul 24.00 WIB, warga masyarakat memadati area lokasi pengajian yang digelar dalam rangka Haul Sesepuh Windujaya dan Warga Windujaya.

Acara peringatan tahunan ini menghadirkan penceramah dari Kabupaten Banyumas, yakni KH. Achmad Mufarrich, pengasuh Pondok Pesantren Al-Masda yang beralamat di Desa Rancamaya, Kecamatan Cilongok. Kehadirannya disambut antusias oleh para jamaah yang hadir untuk menyimak siraman rohani.

Dalam tausiyahnya, KH. Achmad Mufarrich membedah secara komprehensif mengenai esensi dan makna di balik tradisi Haul. Beliau mengingatkan bahwa Haul bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum penting untuk mendoakan ahli kubur, mengenang jasa para perintis desa, serta wujud rasa syukur atas warisan kebaikan yang ditinggalkan oleh para pendahulu.

Secara khusus, pesan mendalam dititikberatkan kepada kalangan remaja dan pemuda Desa Windujaya. KH. Achmad Mufarrich menegaskan betapa pentingnya generasi muda untuk mengenali silsilah, perjuangan, dan nama-nama leluhur mereka.

"Generasi muda tidak boleh melupakan akar sejarahnya. Dengan mengenal siapa leluhur kita dan bagaimana perjuangan mereka membangun desa ini, anak-anak muda tidak akan mudah kehilangan arah di tengah kemajuan zaman. Mengetahui sejarah sesepuh adalah bekal utama untuk meneladani akhlak baik mereka," papar KH. Achmad Mufarrich dalam ceramahnya.

Penyampaian materi yang lugas dan mudah dipahami membuat jamaah tetap khidmat mengikuti rangkaian acara hingga tengah malam. Pengajian ini kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon ampunan bagi para sesepuh dan warga Windujaya yang telah wafat, serta memohon keberkahan dan kerukunan bagi masyarakat Desa Windujaya.

Tim Redaksi: Amin Mustofa, Ali Mustofa Ikhsani

Penyunting: Yogi Hermawan

Tulis Komentar