Logo
Sistem Informasi Desa Windujaya
Gambar Artikel

Dibuka Wakil Bupati Banyumas, Perhelatan Akbar "Gebyar Wikabalung 2026" di Desa Windujaya Berlangsung Meriah

WINDUJAYA – Lapangan Desa Windujaya menjadi lautan manusia pada hari Minggu (14/06/2026). Hajatan besar bertajuk Gebyar Wikabalung Tahun 2026 resmi digelar dengan sangat meriah. Sebagai informasi, Wikabalung merupakan akronim kerja sama klaster pariwisata dan ekonomi empat desa bertetangga di Kecamatan Kedungbanteng, yakni Windujaya, Kalisalak, Baseh, dan Melung.

Perhelatan akbar kebudayaan dan pemberdayaan ekonomi ini dibuka secara resmi oleh Ibu Wakil Bupati Kabupaten Banyumas. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kekompakan empat desa yang mampu bersinergi membangun citra pariwisata terintegrasi di lereng Gunung Slamet.

Tradisi Medhang Jenang Bumbung Bareng
Suasana keakraban warga dalam kearifan lokal Medhang Jenang Bumbung Bareng.

Rangkaian kemeriahan dimulai sejak pukul 07.00 WIB lewat kegiatan Jelajah Desa Windujaya (Jalan Sehat) yang diikuti ribuan peserta. Usai upacara pembukaan, seluruh tamu undangan dan masyarakat diajak membaur dalam tradisi unik Medhang Jenang Bumbung Bareng. Tradisi menyantap jenang secara massal di atas hamparan daun pisang yang memanjang ini menjadi simbol kesetaraan, guyub rukun, dan rasa syukur masyarakat desa.

Pada momen pagi yang bersemangat tersebut, Pemerintah Desa juga secara resmi meluncurkan (launching) Wisata Wikabalung Adventure. Inovasi pariwisata berbasis mobil Jeep ini siap memanjakan para wisatawan yang ingin memacu adrenalin sekaligus menikmati panorama alam pegunungan di wilayah Windujaya, Kalisalak, Baseh, dan Melung dan sekitarnya.

Sepanjang hari, mata pengunjung terus dimanjakan oleh jejeran stan Pameran dan Bazar UMKM lokal. Bazar ini menghadirkan beragam produk unggulan dari keempat desa, mulai dari kuliner tradisional, produk kerajinan tangan, hingga pameran potensi peternakan domba unggulan yang menjadi salah satu pilar ekonomi masyarakat setempat.

Memasuki waktu siang hingga sore hari, Lapangan Desa Windujaya berubah menjadi panggung pesta seni rakyat. Sanggar seni lokal tampil memukau mempersembahkan pertunjukan tari Lengger dan Calung khas Banyumasan yang penuh keanggunan.

Tari Lengger Banyumasan
Keanggunan gerak penari Lengger lokal.
Atraksi Kuda Kepang Tunggul Kencana
Atraksi bersemangat Paguyuban Seni Kuda Kepang "Tunggul Kencana".

Kemeriahan mencapai puncaknya pada pukul 14.00 WIB ketika Paguyuban Seni Kuda Kepang "Tunggul Kencana" mulai beraksi. Atraksi tari kuda lumping yang energik di tengah lapangan menyedot perhatian ribuan penonton yang rela bertahan hingga menjelang waktu magrib tiba.

Suasana Lapangan Windujaya Gebyar Wikabalung
Panorama Lapangan Desa Windujaya yang dipadati ribuan pengunjung dengan latar belakang perbukitan asri.

Rekapitulasi Susunan Acara Gebyar Wikabalung 2026:

Waktu (WIB) Kegiatan Keterangan / Pelaksana
06.30 – 07.00 Persiapan Panitia Desa
07.00 – 17.45 Pameran dan Bazar UMKM Panitia Desa
07.00 – 08.00 Jelajah Desa Windujaya Jalan Sehat Warga
08.00 Pembukaan Resmi Oleh Ibu Wakil Bupati Banyumas
08.00 – 09.00 Medhang Jenang Bumbung Bareng Kuliner Tradisional Massal
09.00 Launching Wisata Wikabalung Adventure Wisata Jeep Pegunungan
09.00 – 11.30 Pembagian Hadiah dan Hiburan Panitia Desa
12.00 – 13.00 Istirahat Panitia Desa
13.00 – 14.00 Pertunjukan Lengger dan Calung Sanggar Seni Lokal
14.00 – 17.45 Pertunjukan Kuda Lumping Sanggar Seni Lokal
17.45 – 18.00 Penutup Panitia Desa

Suksesnya Gebyar Wikabalung 2026 di Desa Windujaya ini membuktikan bahwa semangat kolaborasi antar-desa mampu menciptakan dampak ekonomi kreatif yang luar biasa. Pemerintah Desa Windujaya berharap, agenda ini menjadi titik awal kebangkitan pariwisata berkelanjutan yang mendatangkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di lereng Slamet.

Tim Redaksi: Amin Mustofa, Ali Mustofa Ikhsani

Penyunting: Yogi Hermawan

Tulis Komentar